Breaking News

Advertisements

Saturday, 14 January 2023

Disiplin Positif: Perubahan Paradigma Menegakkan Disiplin di Sekolah

Disiplin Positif

Selama ini disiplin sering dikaitkan dengan ketidaknyamanan bukan dengan apa yang kita hargai, atau pencapaian suatu tujuan. Padahal sebenarnya kata disiplin berasal dari kata "diciplina" yang artinya belajar. Penerapan disiplin terutama di sekolah selama ini cenderung berkiblat pada teori stimulus respon, yaitu dengan memberikan hukuman pada yang melanggar dan memberikan penghargaan kepada yang berbuat baik. Teori ini tidak sepenuhnya salah asalkan dibarengi dengan penguatan nilai-nilai yang diyakini oleh murid.

Teori stimulus respon lebih mengedepankan pada tindakan Guru dalam menegakkan disiplin menggunakan prinsip reward and punishment atau pemberian hadiah dan hukuman. Cara ini memang cukup efektif untuk mengubah perilaku murid dalam jangka pendek terutama ketika hadiah dan hukuman masih diberikan, tetapi ketika pemberian hadiah dan hukuman  tidak diberikan lagi maka perilaku murid akan kembali kepada perilaku sebelumnya. Artinya teori stimulus respon ini tidak dapat mengubah karakter murid, akibatnya murid akan patuh ketika ada pengawasan dari Guru. Lalu penerapan disiplin seperti apa yang dapat mengubah karakter murid.

Sebelum kita membahas penerapan disiplin yang dapat mengubah karakter murid, kita perlu pahami dulu bahwa setiap perilaku pasti ada motivasi yang mendasarinya. Diane Gossen dalam bukunya Restructuring School Discipline, menyatakan ada 3 motivasi perilaku manusia: 

1. Untuk menghindari ketidaknyamanan atau hukuman

Ini adalah tingkat terendah dari motivasi perilaku manusia. Biasanya orang yang motivasi perilakunya untuk menghindari hukuman atau ketidaknyamanan, akan bertanya, apa yang akan terjadi apabila saya tidak melakukannya? Sebenarnya mereka sedang menghindari permasalahan yang mungkin muncul dan berpengaruh pada mereka secara fisik, psikologis, maupun tidak terpenuhinya kebutuhan mereka, bila mereka tidak melakukan tindakan tersebut. Motivasi ini bersifat eksternal

2. Untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan dari orang lain.

Satu tingkat di atas motivasi yang pertama, disini orang berperilaku untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan dari orang lain. Orang dengan motivasi ini akan bertanya, apa yang akan saya dapatkan apabila saya melakukannya? Mereka melakukan sebuah tindakan untuk mendapatkan pujian dari orang lain yang menurut mereka penting dan mereka letakkan dalam dunia berkualitas mereka. Mereka juga melakukan sesuatu untuk mendapatkan hadiah, pengakuan, atau imbalan. Motivasi ini juga bersifat eksternal.

3. Untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya.

Orang dengan motivasi ini akan bertanya, akan menjadi orang yang seperti apabila saya melakukannya? Mereka melakukan sesuatu karena nilai-nilai yang mereka yakini dan hargai, dan mereka melakukannya karena mereka ingin menjadi orang yang melakukan nilai-nilai yang mereka yakini tersebut. Ini adalah motivasi yang akan membuat seseorang memiliki disiplin positif karena motivasi berperilakunya bersifat internal, bukan eksternal.

Ada perubahan paradigma dalam menerapkan disiplin di sekolah yaitu dengan penerapan disiplin positif. Tujuan dari disiplin positif adalah menanamkan motivasi intrinsik pada murid-murid yaitu untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Ketika murid-murid telah memiliki motivasi tersebut, mereka telah memiliki motivasi intrinsik yang berdampak jangka panjang, motivasi yang tidak akan terpengaruh pada adanya hukuman atau hadiah. Mereka akan tetap berperilaku baik dan berlandaskan nilai-nilai kebajikan karena mereka ingin menjadi orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang mereka hargai, atau mencapai suatu tujuan mulia. 

Menurut Ki Hadjar Dewantara dan Diane Gossen, disiplin merupakan bentuk kontrol diri, yaitu belajar untuk kontrol diri agar dapat mencapai suatu tujuan mulia. Tujuan mulia di sini mengacu pada nilai-nilai atau prinsip-prinsip mulia yang dianut seseorang. Kita namakan nilai-nilai tersebut sebagai nilai-nilai kebajikan (virtues) yang universal. Nilai-nilai kebajikan universal berarti nilai-nilai kebajikan yang disepakati bersama, lepas dari suku bangsa, agama, bahasa maupun latar belakangnya. Nilai-nilai ini merupakan ‘payung besar’ dari sikap dan perilaku kita, atau nilai-nilai ini merupakan fondasi kita berperilaku. Nilai-nilai kebajikan adalah sifat-sifat positif manusia yang merupakan tujuan mulia yang ingin dicapai setiap individu. Seperti yang telah dikemukakan oleh Dr. William Glasser pada Teori Kontrol (1984), menyatakan bahwa setiap perbuatan memiliki suatu tujuan, dan selanjutnya Diane Gossen (1998) mengemukakan bahwa dengan mengaitkan nilai-nilai kebajikan yang diyakini seseorang maka motivasi intrinsiknya akan terbangun, sehingga menggerakkan motivasi dari dalam untuk dapat mencapai tujuan mulia yang diinginkan. 

Hukuman, Konsekuensi dan Restitusi

Dalam menjalankan peraturan ataupun keyakinan kelas/sekolah, bilamana ada suatu pelanggaran, tentunya sesuatu harus terjadi. Untuk itu kita perlu meninjau ulang tindakan penegakan peraturan atau keyakinan kelas/sekolah kita selama ini. Tindakan terhadap suatu pelanggaran pada umumnya berbentuk hukuman atau konsekuensi. Dalam displin positif Guru dalam menangani murid yang bermasalah menggunakan Restitusi.  

Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004). Restitusi juga merupakan proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk mencari solusi untuk masalah mereka, dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang mereka inginkan, dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain (Chelsom Gossen,1996).  

Sebelum kita membahas lebih mendalam tentang penerapan Restitusi, kita perlu bertanya dahulu, adakah perbedaan antara hukuman dan konsekuensi? Bila sama, di mana persamaannya? Bila berbeda, bagaimana perbedaannya? Di bawah ini Anda akan diberikan suatu gambaran perbedaan antara Hukuman, Konsekuensi, dan Restitusi itu sendiri. 

Bila kita melihat bagan di bawah ini, kata disiplin tanpa tambahan kata ‘positif’ di belakangnya, sesungguhnya sudah merupakan identitas sukses dan hukuman merupakan identitas gagal. Disiplin yang sudah bermakna positif terbagi dua bagian yaitu Disiplin dalam bentuk Konsekuensi, dan Disiplin dalam bentuk Restitusi.

(Disadur dari Diane Gossen - Restitution Restructuring School Discipline, 1998, hal. 70-71) . 

Berdasarkan bagan di atas, maka kita bisa menyimpulkan bahwa hukuman bersifat tidak terencana atau tiba-tiba. Anak atau murid tidak tahu apa yang akan terjadi, dan tidak dilibatkan. Hukuman bersifat satu arah, dari pihak guru yang memberikan, dan murid hanya menerima suatu hukuman tanpa melalui suatu kesepakatan, atau pengarahan dari pihak guru, baik sebelum atau sesudahnya. Hukuman yang diberikan bisa berupa fisik maupun psikis, murid/anak disakiti oleh suatu perbuatan atau kata-kata. 

Sementara disiplin dalam bentuk konsekuensi, sudah terencana atau sudah disepakati; sudah dibahas dan disetujui oleh murid dan guru. Umumnya bentuk-bentuk konsekuensi dibuat oleh pihak guru (sekolah), dan murid sudah mengetahui sebelumnya konsekuensi yang akan diterima bila ada pelanggaran. Pada konsekuensi, murid tetap dibuat tidak nyaman untuk jangka waktu pendek. Konsekuensi biasanya diberikan berdasarkan suatu data yang umumnya dapat diukur, misalnya, setelah 3 kali tugasnya tidak diselesaikan pada batas waktu yang diberikan, atau murid melakukan kegiatan di luar kegiatan pembelajaran, misalnya mengobrol, maka murid tersebut akan kehilangan waktu bermain, dan harus menyelesaikan tugas karena ketertinggalannya. Peraturan dan konsekuensi yang mengikuti ini sudah diketahui sebelumnya oleh murid. Sikap guru di sini senantiasa memonitor murid. 

Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004)  Restitusi juga adalah proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk mencari solusi untuk masalah, dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang mereka inginkan, dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain (Chelsom Gossen, 1996).  

Restitusi membantu murid menjadi lebih memiliki tujuan, disiplin positif, dan memulihkan dirinya setelah berbuat salah. Penekanannya bukanlah pada bagaimana berperilaku untuk menyenangkan orang lain atau menghindari ketidaknyamanan, namun tujuannya adalah menjadi orang yang menghargai nilai-nilai kebajikan yang mereka percayai.  Pada dasarnya, kita memiliki motivasi intrinsik.   

Melalui pendekatan restitusi, ketika murid berbuat salah, guru akan menanggapi dengan mengajak murid berefleksi tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk memperbaiki kesalahan mereka sehingga mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan menghargai dirinya. Pendekatan restitusi tidak hanya menguntungkan korban, tetapi juga menguntungkan orang yang telah berbuat salah. Restitusi juga sesuai dengan prinsip dari teori kontrol William Glasser tentang solusi menang-menang. 

Ada peluang luar biasa bagi murid untuk bertumbuh karakternya, ketika mereka melakukan kesalahan, karena pada hakikatnya begitulah cara kita belajar.  Murid perlu bertanggung jawab atas perilaku yang mereka pilih, namun mereka juga dapat belajar dari pengalaman untuk membuat pilihan yang lebih baik di waktu yang akan datang. Ketika guru memecahkan masalah perilaku mereka, murid akan kehilangan kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang berharga untuk hidup mereka.  

Setelah mengetahui tentang apa itu restitusi, tentunya ingin juga mengetahui bagaimana cara melakukannya.  Diane Gossen dalam  bukunya Restitution; Restructuring School Discipline, (2001) telah merancang sebuah tahapan untuk memudahkan para guru dan orangtua dalam melakukan proses untuk menyiapkan anaknya untuk melakukan restitusi, bernama segitiga restitusi/restitution triangle. Sebelumnya marilah kita tonton dahulu video sebuah penanganan kasus yang dilakukan guru dengan menggunakan pendekatan Segitiga Restitusi. 


Setelah melihat video tersebut silakan melihat bagan berikut tentang 3 sisi dari Segitiga Restitusi.Prosestiga tahapan tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip utama dari Teori Kontrol, yaitu: 


Ketiga strategi tersebut direpresentasikan dalam 3 sisi segitiga restitusi. Langkah-langkah tersebut tidak harus dilakukan satu persatu secara kaku. Banyak guru yang sudah menggunakannya dalam berbagai versi menurut gaya mereka masing-masing bahkan tanpa mengetahui tentang teori restitusi.
 

Berikut video lengkap tentang disiplin positif di sekolah

 
Read more ...

Thursday, 8 October 2015

11 Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat

1. Mengubah Gaya Hidup

Kita bertekad untuk mengatur rutinitas harian  dan menghitung setiap kalori yang masuk. Namun segera, kita makan cupcakes di kantor dan makanan tinggi kalori lainnya. Berpikirlah, Ups, lagi diet.  Ganti gaya hidup yang sehat dalam rutinitas harian kita. Melakukan hal ini dapat menyebabkan penurunan berat badan lebih dari yang kita bayangkan.

2. Ubah Menu yang Kita Pesan

Kerri Butler, Joplin, M mengatakan:"Saya dulu untuk makan di restoran sampai sembilan kali seminggu! Dengan memotong menjadi hanya sekali seminggu dan memesan salad ayam panggang bukannya mangkuk besar pasta, berat badan saya turun 20 pound dalam satu bulan"

3. Sarapan 300 kalori

"Saya dulu sering melewatkan sarapan, tapi sekarang saya tidak pernah pergi tanpa sarapan. Saya selalu sarapan makan sekitar 300 kalori dari campuran yang sehat dari protein dan biji-bijian. Itu membuat rasa lapar saya turun jadi saya tidak ngemil lagi di tempat kerja sepanjang hari. Dalam satu tahun, seikitnya berat badan saya turun  65 pound. " kata Bo Hale.

4. Olah raga dalam lima menit

"Saya mencoba untuk olah raga roingan bila memungkinkan, seperti melakukan jumping jacks atau sit-up selama iklan televisi atau menari saat mencuci piring. Ini membakar kalori ekstra dan membuat saya tidak mengemil di depan TV. Sekarang pakaian saya tidak kekecilan lagi , dan saya lebih kencang dari sebelumnya. " kata  Megan Tiscareno, Hammond, IN

5. Menghentikan kebiasaan buruk

"Saya berhenti merokok, dan segera bergabung dengan gym. Aku sudah turun 37 pound dalam tiga bulan!" kata Leila Fathi, Memphis, TN

6. Mengganti isi kulkas dan dapur

"Saya benar-benar membersihkan dapur saya. Setelah saya menggantikan makanan saya seperti es krim, dengan makanan ringan rendah kalori, seperti biji bunga matahari dipanggang atau khusus Cokelat Delight sereal, saya mulai membuat pilihan yang lebih baik secara otomatis. Sekarang, aku lebih ramping dibanding sebelum aku punya dua anak! " Kata Lori Feldman, Coconut Creek, FL

7. Perbanyak sayuran

"Dengan menambahkan sayuran ke makanan yang saya suka seperti makan pizza atasnya dengan Rocket dan paprika hijau dan bukannya pepperoni, saya menjadi begitu kenyang  sehingga saya tidak lagi memiliki ruang untuk makan seperti keripik atau makanan penutup yang super kaya kalori. Aku berkata selamat tinggal ke empat ukuran baju! " kata Janessa Mondestin, New York City, NY

8. Gerakkan tubuh kita

"Ketika saya ingin memakai skinny jeans saya lagi, saya mulai berlari 20 menit sehari selama jam makan siang saya. Dalam dua bulan, aku sudah kehilangan 20 pound, dan celana jeans saya  terlalu besar sekarang! " Kata Lauren Castor, Anniston, AL

9. Lakukanlah Yoga

"Yoga telah menjadi hal terbaik untuk hubungan saya dengan makanan dan tubuh saya. Dari berlatih beberapa kali seminggu, saya sekarang  makan ketika merasa lapar intuitif dan berhenti ketika aku kenyang. Ukuran celana jeans saya turun dan selulit saya telah menghilang!" kata Jessica Nicklos, Morgantown, Virginia Barat

10. Hindari makan malam setelah jam 18.30

"Untuk menurunkan berat badan saya seperti sebelum punya anak, saya berhenti makan setelah 6:30 lima kali seminggu. Dua malam lain yang disediakan untuk keluar malam. Sebagian besar dari apa yang saya makan di malam hari adalah junk food, ternyata hanya butuh dua bulan untuk mendapatkan berat badan saya seperti sebelum punya anak kembali." kata Deborah Gilboa, Pittsburgh, PA

11. Berjalan di sekitar kompleks

"Anjing saya dan saya pergi untuk berjalan-jalan setiap hari, bahkan jika itu hanya 10 menit di sekitar blok, saya sudah kehilangan lebih dari 50 pound dalam 1 tahun terakhir ini ". -Jamie Altholz, Denver, CO
Read more ...

Tuesday, 6 October 2015

11 Tips Jitu Diet Sehat dan Alami

1. Tidak makan di malam hari

Cara diet sehat dan alami yang pertama adalah dengan menahan diri dari makan pada malam hari. terutama yang berkalori tinggi seperti coklat, nasi dan mie. Kalau terpaksa kita merasa lapar di malam hari mungkin karena kesibukan sehingga lupa makan sebelum jam 6 sore, maka sebaiknya pilihlah makanan yang berkalori rendah atau buah-buahan. Buah apel sangat direkomendasikan untuk mengganjal perut saat lapar di malam hari.



2. Cari Teman Diet yang Baik

Teman diet akan sangat membantu untuk menjaga motivasi, sehingga penting untuk menemukan seseorang yang akan menginspirasi dan tidak menyurutkan. Jadi carilah teman diet yang memenuhi kriteria ini, dengan adanya teman diet  akan menambah semangat karena dapat bersaing dengan kita.


3. Sedia Cemilan Rendah Kalori

Biasanya kita suka ngemil ketika tidak ada kegiatan. Sambil nonton TV atau baca buku paling enak sambil ngemil. Untuk menghindari kalori berlebih sediakan cemilan yang rendah kalori dan kaya serat.


4. Menimbang Badan

Sering-seringlah menimbang badan agar kita selalu waspada dan tahu progres atau kemajuan diet kita.  Dengan menimbang berat badan kita akan selalu hati-hati ketika memilih makanan.

5. Seimbangkan Porsi Makanan

Apakah steak mengambil lebih dari setengah piring kita? Pikirkan tentang pemotongan porsi daging kita. Cobalah ganti mengisi setengah piring kita dengan sayuran atau campuran sayuran dan buah segar,  sehingga asupan kalori kita tidak berlebihan.

6. Makan ini, Imbangi dengan itu

Bila kita ingin memakan makanan yang tinggi kalori seperti steak sebenarnya boleh-boleh saja asal diimbangi dengan pembakaran kalori yang cukup. Jadi kalau kita habis makan steak imbangi dengan olah raga yang dapat membakar kalori sebesar kalori steak.

7. Atur Kalori Harian

Kadang kita tidak bisa menghindari makanan berkalori tinggi, seperti saat makan es krim banyak di pesta uang tahun teman atau saudara. Merasa bersalah? Jangan terlalu salahkan diri kita! Kalau sudah terlanjur begini yang harus kita lakukan adalah mengurangi kalori pada hari berikutnya. Jadi pastikan untuk mengurangi kalori selama satu atau dua hari berikutnya, sebaiknya imbangi dengan meningkatkan olah raga daripada makan terlalu sedikit. Kelaparan bukan jawaban yang sehat!

8. Jadilah Seorang Pejuang di Akhir Pekan

Kita sudah mengikuti rencana diet selama seminggu, tapi banyak godaan di akhir pekan. Untuk menghadapi tiga malam makan yang menggoda (seperti: ulang tahun, pernikahan, pesta makan malam), cobalah mengambil 15 menit berjalan kaki ekstra di kantor Anda setiap hari, kemudian sebelum datang ke acara tersebut nikmati camilan 100 kalori sehingga dapat membantu kita makan lebih sedikit kudapan di acara tersebut.

9. Ucapkan selamat tinggal pada tekanan teman sejawat

Jika kita sudah tepat di jalur diet, mungkin sulit untuk tetap di jalurnya jika pasangan, rekan kerja, atau teman-teman tidak berbagi kebiasaan makan sehat. Apa yang harus dilakukan? Jika pasangan kita mencintai pizza, mencoba memesan kue yang berat pada sayuran dan keju kemudian menambahnya dengan salad. Atau, jika teman kita mengajak makan malam diluar sarankan restoran yang punya pilihan makanan pembuka yang sehat. 

10. Menikmati Karbohidrat Kita

Ketika mencoba untuk langsing, kita mungkin tergoda untuk mengambil langkah-langkah drastis seperti tidak memakan karbohidrat. Tapi ingat bahwa makanan lezat seperti nasi merah, roti pumpernickel, dan bahkan keripik kentang mengandung Resistant Starch,  yang membuat kita kenyang lebih lama. Dan itu bagus untuk menjaga kita karena tidak perlu makan banyak  untuk merasa kenyang. 

11. Pilih Camilan Kita

Sulit untuk menghindari gemuruh perut pada jam 03:00, sebenarnya boleh-boleh saja makan sesuatu untuk menahan kita sampai waktu makan malam, Beberapa pilihan akan membantu kita tetap di berat badan terjaga cobalah  membawa camilan dari rumah seperti buah-buahan.

  








Read more ...

Footer Attribution (Do Not Edit This !)

About US

Designed By